
Keluarga Hari Budi Susetyo (Almarhum), terdiri dari istri bernama (siapa Shita, kamu tidak lengkap ah ngasihnya, e-mail ya, untuk melengkapinya) dan 2(dua) putra.
Putra pertama bernama Yayang, sekarang masih sekolah di SD Negeri Majalengka. Sedangkan bungsu (Shita, si nya dihilangkan agar lebih sopan ya) bernama Putri dan masih belum sekolah.
Hari dahulu adalah seseorang dengan kepribadian sangat unik jika diikuti ceritanya dari kecil, hingga dinobatkan sebagai guru teladan tingkat provinsi se-Jawa Barat pada tahun 2002 atas prestasinya menghidupkan kembali Bengkel Teknik Mesin & Elektronika di STM Majalengka.
Putra pertama bernama Yayang, sekarang masih sekolah di SD Negeri Majalengka. Sedangkan bungsu (Shita, si nya dihilangkan agar lebih sopan ya) bernama Putri dan masih belum sekolah.
Hari dahulu adalah seseorang dengan kepribadian sangat unik jika diikuti ceritanya dari kecil, hingga dinobatkan sebagai guru teladan tingkat provinsi se-Jawa Barat pada tahun 2002 atas prestasinya menghidupkan kembali Bengkel Teknik Mesin & Elektronika di STM Majalengka.
Tahun 2008 keluarga ini menghadapi cobaan berat, dimana pada bulan April 2008, Hari dipanggil yang Kuasa karena stroke akibat pendarahan otak akut yang merupakan serangan berulang akibat hipertensi krionis yang dideritanya cukup lama.

